* Jejak Bakti dari Pesisir
Di sebuah desa pesisir bernama Kuala Selat, semangat kepramukaan tumbuh di tengah kehidupan masyarakat yang sederhana. Laut, perahu nelayan, perkebunan, serta kehidupan masyarakat pesisir menjadi bagian dari keseharian anak-anak di desa ini.
Dari tempat inilah perjalanan pengabdian Kak Dani Sartika, S.E., M.M. dalam Gerakan Pramuka terus bertumbuh.
Bagi Kak Dani, Pramuka bukan sekadar seragam cokelat, tepuk tangan, tali-temali, ataupun kegiatan perkemahan. Pramuka adalah tempat menempa karakter. Tempat seorang anak belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, berani mengambil keputusan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Ada satu keyakinan sederhana yang selalu menjadi semangat dalam perjalanan tersebut:
> “Anak-anak dari desa pesisir juga berhak memiliki mimpi yang besar.”
Keyakinan itulah yang mendorong Kak Dani untuk terus menghidupkan kegiatan Pramuka, khususnya di SMK An-Nur Kuala Selat.
Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah. Berada di wilayah pesisir membuat berbagai keterbatasan menjadi bagian dari perjuangan. Jarak, transportasi, sarana kegiatan, hingga kesempatan untuk mengikuti kegiatan di luar daerah menjadi tantangan tersendiri.
Namun keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti.
Sedikit demi sedikit kegiatan dibangun. Latihan dilaksanakan, kedisiplinan ditanamkan, kebersamaan diperkuat, dan para anggota didorong untuk berani mencoba pengalaman baru.
Bagi Kak Dani, keberhasilan pembinaan bukan hanya ketika seorang anggota memperoleh piala. Keberhasilan yang lebih besar adalah ketika seorang anak yang awalnya ragu menjadi percaya diri; yang sebelumnya takut tampil menjadi berani memimpin; dan yang sebelumnya hanya mengenal lingkungan desanya kemudian berani membawa nama Kuala Selat ke tempat yang lebih jauh.
Tiga Tahun Menjadi Gudep Tergiat
Kerja bersama itu kemudian menghasilkan berbagai pencapaian.
Salah satu catatan membanggakan adalah ketika Gugus Depan yang dibina berhasil meraih predikat Gudep Tergiat selama tiga tahun berturut-turut.
Prestasi tersebut bukan semata-mata milik seorang pembina. Di baliknya ada kerja keras para pembina, guru, anggota Pramuka, dukungan sekolah, orang tua, serta berbagai pihak yang ikut memberikan ruang bagi kegiatan kepramukaan untuk berkembang.
Karena dalam Pramuka, keberhasilan hampir selalu lahir dari kebersamaan.
Satu orang mungkin dapat memulai sebuah langkah, tetapi sebuah gerakan hanya akan tumbuh apabila banyak tangan bersedia berjalan bersama.
Dari Kuala Selat Menuju Raimuna Nasional
Ada pengalaman lain yang mempunyai tempat istimewa dalam perjalanan Kak Dani bersama Pramuka.
Yaitu ketika para Pramuka Penegak dari Kuala Selat memperoleh kesempatan mengikuti Raimuna Nasional.
Bukan hanya sekali.
Dua kali generasi Penegak berhasil diantarkan mengikuti Raimuna Nasional.
Bagi sekolah yang berada di sebuah desa pesisir, perjalanan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar mengikuti sebuah kegiatan.
Bayangkan seorang anak yang tumbuh di tepian laut Kuala Selat kemudian berdiri bersama ribuan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.
Mereka bertemu teman-teman baru, bertukar pengalaman, belajar tentang keberagaman Indonesia, membangun keberanian, dan melihat bahwa dunia yang dapat mereka jelajahi ternyata jauh lebih luas.
Ketika mereka berangkat, mereka membawa nama sekolah dan daerah.
Namun ketika mereka kembali, mereka membawa sesuatu yang jauh lebih berharga:
pengalaman, keberanian, wawasan, dan mimpi baru.
Itulah salah satu alasan Kak Dani terus percaya bahwa memberikan pengalaman kepada generasi muda merupakan bagian penting dari pendidikan.
Pramuka sebagai Jalan Pengabdian
Waktu terus berjalan. Anggota Pramuka datang dan pergi. Setiap tahun muncul wajah-wajah baru, sementara mereka yang dahulu dibina perlahan tumbuh menjadi orang dewasa dan melanjutkan perjalanan hidup masing-masing.
Tetapi nilai yang pernah ditanamkan diharapkan tetap tinggal.
Disiplin.
Kemandirian.
Kepedulian.
Keberanian.
Gotong royong.
Dan kesediaan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pembina bukanlah berapa banyak penghargaan yang tersimpan di lemari.
Ukuran keberhasilannya adalah berapa banyak generasi yang pernah disentuh, dibimbing, diberi kesempatan, dan kemudian tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat.
Perjalanan Kak Dani bersama Pramuka pun masih terus berlangsung.
Masih ada anak-anak Kuala Selat yang harus diberikan kesempatan. Masih ada generasi Penegak yang harus diyakinkan bahwa asal mereka bukanlah batas bagi cita-cita mereka.
Dari sebuah desa di pesisir Indragiri Hilir, sebuah pesan sederhana terus digaungkan:
> “Jangan takut bermimpi hanya karena kita berasal dari desa. Laut yang terbentang di hadapan kita bukanlah batas, tetapi jalan menuju dunia yang lebih luas.”
Dan selama masih ada generasi muda yang ingin belajar, berkarya, dan mengabdi, tunas-tunas Pramuka dari pesisir Kuala Selat akan terus tumbuh.
Dari Pesisir, untuk Indonesia.
Kak Dani Sartika, S.E., M.M.
Penggerak Pramuka Desa Kuala Selat
Gerakan Pramuka SMK An-Nur Kuala Selat
Gudep 03.031–03.032