BeritaIndragiri HilirPendidikan

Jadilah Guru Sebagai Panggilan Hati Bukan Pelarian

TEMBILAHAN-para guru SMP yang ada di Tembilahan dan Tembilahan Hulu mengikuti worshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang diadakan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Komisariat Riau-Kepri bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil, Sabtu (16/9) kemarin.

Kegiatan dilaksanakan di Aula salah satu perguruan tinggi di Inhil tersebut dihadiri oleh 200 lebih guru SMP dan puluhan mahasiswa setempat.

Tidak itu saja kegiatan tersebut bernilai bobot sertifikasi 32 JP ini dan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Dr HM Irwan MM Msi didampingi Kabid
SMP Disdik Inhil, H Nursyah Fajar, dan tiga Kasi Disdik Inhil, antara lain Abdul Samad, Safrudin, dan Iswahyudi.

Dalam arahan Kadisdik Inhil, DR HM Irwan Msi menyambut baik kegiatan yang ditaja IKA UPI Riau Kepri tersebut yang mana guru diharapkan mampudan bisa menulis dengan baik apalagi karya tulis ilmiah.

Mantan guru SMKN 1 Tembilahan dan Kabid PAUD ini berharap kegiatan serupa dilanjutkan untuk guru-guru SD dengan sistem rayon. Menurutnya kemampuan melakukan penelitian (research) harus dimiliki guru untuk mencari solusi ataupun untuk mengembangkan konsep belajar mengajar.

” Sebab Inhil ini wilayahnya sangat berjauhan antar kecamatan, kita berharap IKA UPI Riau-Kepri berkenan jemput bola hadir untuk guru-guru tidak hanya SMP juga guru SD di pelosok Inhil,” ujarnya.

Sementara itu Ketua IKA UPI Riau Kepri, Drs H Helmi D, MPd dalam pemaparannya bahwa workshop karya ilmiah ini merupakan salah satu program peningkatan SDM Pendidikan di Provinsi Riau khusus di Inhil. Hal tersebut muncul atas kesadaran bahwa, kompetensi guru bidang penelitian masih memerlukan pembenahan.

Khusus bagi guru PNS, meskipun publikasi karya ilmiah menjadi persyaratan naik pangkat, namun tetap saja banyak guru berpangkat tinggi tidak mampu melaksanakan PTK.

Hal ini disebabkan banyaknya guru yang mencari jalan pintas mencari pihak ketiga untuk melaksanakann PTK, meskipun ada konsekuensi biaya yang besar.

” Bagi bapak dan ibu guru, saya berharap menjadi guru itu memang benar-benar panggilan hati dan tujuan hidup, bukan sebagai pelarian, dan pasti didik generasi dengan moral dan teladan” kata H Helmi yang juga mantan Kadisdik Inhil ini.

Tampil sebagai pembicara dalam workshop tersebut Salmiyati, M.Pd., Ph.D yang merupakan dosen Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I), lalu Devi Surindra, M.Pd guru SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru, Dr. Rohani, M.Pd (dosen UIN Susqa Pekanbaru, dan Drs. M. Yunan Rauf, M.Pd guru purnabakti SMAN Plus dan tim penilai angka kredit guru Provinsi Riau. Fan

Related Articles

Back to top button