TEMBILAHAN - Pengurus Cabang Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Pengcab FORKI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat konsolidasi untuk membahas sejumlah agenda penting organisasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi pengurus FORKI Inhil bersama pimpinan perguruan karate untuk memperkuat komunikasi, menyatukan langkah, serta menyusun program yang dapat mendukung peningkatan prestasi atlet karate di Kabupaten Inhil. Dalam rapat konsolidasi tersebut, terdapat tiga agenda utama yang menjadi perhatian, yakni persiapan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), pematangan atlet, serta pelaksanaan program pelatihan. Ketua Umum Pengcab FORKI Inhil, Budi Indra, mengatakan rapat konsolidasi diperlukan untuk menyatukan kembali visi dan langkah seluruh pengurus serta perguruan karate yang berada di bawah naungan FORKI Inhil.
“Rapat konsolidasi kali ini kami bertekad untuk menyatukan visi kembali. Ada tiga agenda utama yang kita matangkan, yaitu Kejurprov, pematangan atlet dan pelatihan,” ujar Budi Indra dalam sambutannya, Kamis (24/9/2026), di Ruang VIP Rumah Makan Pondok Indragiri, Tembilahan. Menurutnya, koordinasi antar-pengurus dan pimpinan perguruan merupakan hal penting dalam menjalankan roda organisasi. Selama ini, kesibukan dan aktivitas masing-masing pengurus menjadi salah satu kendala dalam melakukan komunikasi secara rutin. Karena itu, melalui pertemuan tersebut, FORKI Inhil ingin kembali mempererat hubungan antarperguruan sekaligus membuka ruang komunikasi untuk membahas berbagai persoalan yang masih perlu diselesaikan bersama. Budi berharap, konsolidasi tidak hanya menjadi pertemuan formal, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih baik dalam pembinaan atlet karate di Inhil.
Penggunaan Anggaran FORKI
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengprov FORKI Riau melalui Wakil Ketua Bidang Organisasi, H. Agusman Sikumbang, SH., MH., memberikan penjelasan mengenai penggunaan anggaran FORKI yang mendapatkan dukungan dari KONI.
Agusman menegaskan, anggaran FORKI harus digunakan untuk kegiatan organisasi dan program FORKI sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam AD/ART FORKI, khususnya BAB VII Pasal 26 Ayat 1.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada aturan yang mengharuskan dana FORKI dibagi kepada masing-masing perguruan atau klub.
Penjelasan tersebut disampaikan Agusman di hadapan peserta rapat konsolidasi. Pertemuan itu juga dihadiri unsur pimpinan KONI Kabupaten Inhil serta pengurus FORKI dan sejumlah perguruan karate yang berada di bawah naungan FORKI Inhil.
Turut hadir Ketua KONI Inhil Zainuddin Kasim, SH., MH., Sekretaris KONI Inhil H. Mhd Ramadhani, SH., Wakil Ketua II KONI Inhil H. Edy Dafri, serta Bendahara KONI Inhil Rosman Hatim, SE.
Agusman menyampaikan bahwa anggaran FORKI diharapkan dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan kejuaraan serta memberikan bantuan kepada atlet dan pelatih yang berhasil meraih prestasi.
Menurutnya, dukungan anggaran yang tepat sasaran akan membantu proses pembinaan atlet sehingga dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Perkuat Pembinaan dan Seleksi Atlet
Selain membahas persoalan organisasi dan anggaran, rapat konsolidasi juga membicarakan pembinaan atlet. Salah satu masukan yang muncul adalah perlunya memperbaiki pola pemilihan dan rekrutmen atlet. Budi Indra mengatakan, masukan dari para peserta rapat menjadi bahan penting bagi FORKI Inhil untuk melakukan evaluasi. Pemilihan atlet diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terbuka dengan melihat kemampuan serta prestasi yang dimiliki masing-masing atlet. “Kami menerima masukan konstruktif agar ke depan pemilihan atlet ini lebih diefektifkan, sehingga FORKI benar-benar menjadi tempat penyaluran bagi atlet yang berprestasi,” tegasnya. Ia menambahkan, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya menjelang kejuaraan, tetapi juga melalui latihan dan pendampingan yang dilakukan secara teratur. Sementara itu, Agusman Sikumbang memberikan apresiasi kepada FORKI Inhil yang selama ini terus berupaya mengembangkan atlet-atlet karate berprestasi. Menurutnya, cabang olahraga karate merupakan salah satu cabang olahraga unggulan di bawah KONI Inhil yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan.
Ia berharap FORKI Inhil dapat terus meningkatkan pembinaan, memperkuat kerja sama antarperguruan, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet muda untuk berkembang dan mengukir prestasi.
Akan Dilanjutkan dengan Pertemuan Berikutnya
Dalam rapat tersebut, belum seluruh pengurus cabang maupun pimpinan perguruan dapat hadir secara langsung. Sebagian di antaranya masih terkendala pekerjaan dan kesibukan masing-masing. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat FORKI Inhil untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Pengurus FORKI Inhil berkomitmen untuk melanjutkan pertemuan dan komunikasi dengan seluruh perguruan yang berada di bawah naungan FORKI. Pertemuan lanjutan diharapkan dapat membahas lebih banyak persoalan secara bersama-sama dan mencari solusi yang dapat diterima seluruh pihak. Dengan semakin baiknya koordinasi antara FORKI, perguruan, atlet, pelatih dan KONI, pembinaan olahraga karate di Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan dapat berjalan lebih terarah.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan karate sebagai salah satu cabang olahraga yang mampu memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Indragiri Hilir.

